• PENGERTIAN
    LPPNU adalah Lembaga Nahdlatul Ulama yang didedikasikan sebagai wahana aksi, fasilitasi dan kolaborasi Nahdliyin bersama multipihak dalam mengkonstruk gerakan sosial dan usaha pengembangan pertanian, pengelolaan sumberdaya alam, pembangunan perdesaan dan penyelamatan lingkungan hidup secara adil, bertanggungjawab dan berkelanjutan untuk kedaulatan Indonesia dan Islam Rahmatan lil Alamin.

 

  • FUNGSI
  1. Sebagai wahana inisiasi aksi; LPPNU, berfungsi sebagai think-thank institution yang mendorong lahirnya ide-ide inovatif dan pemikiran-pemikiran strategis serta sekaligus sebagai the social movement institution, yang bertindak melakukan pelayanan sosial, membangun prototype, dan memperkuat eksistensi serta meningkatkan kesejahteraan-kedaulatan Nahdliyin dan masyarakat di akar rumput.
  2. Sebagai wahana fasilitasi;  LPPNU, berfungsi sebagai sebagai  the Business Services institution yang bertindak untuk mendorong pengembangan business handliyin dan masyarakat, demikian halnya LPPNU sebagai grant making institution memberikan dukungan pendampingan, sumberdaya dan dana kepada Jaringannya (cabang dan wilayah) dalam menjalankan gerakan sesuai dengan platform yang telah ditetapkan.
  3. Sebagai wahana advokasi; LPPNU berfungsi sebagai  the Drivers of Change Institution, yang bertindak membangun kemitraan, mengorganisir dan menggerakkan perubahan sosial, mempengaruhi kebijakan & wacana publik, serta melakukan advokasi dan negosiasi dengan para pihak.
  • Visi

Membangun Kemaslahatan Hidup dan Menjaga Keberlanjutan Kehidupan
المحا فظة علي الملازمة الحياتية و تبني الحياة المصلحة

  • Misi
  1. Memperjuangkan Kedaulatan Nahdliyin dan Masyarakat atas (1) pengembangan sistem pertanian industrial yang mandiri, efektif, inovatif dan berkelanjutan (2) pengelolaan sumberdaya alam yang adil, bertanggungjawab, berkelanjutan dan  mampu menjadi life support system (3) percepatan kemakmuran perdesaan dan keberdayaan masyarakat desa (4) peningkatan kualitas ekosistem lingkungan hidup dan pengembangan wilayah yang sesuai dengan tata guna lahan.
  2. Memfasilitasi upaya Nahdliyin dan Multipihak untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia melalui partisipasi dalam percepatan pembangunan perdesaan, percepatan pengentasan kemiskinan dan penguatan sektor riil perdesaan.
  3. Mewujudkan kesejahteraan Nahdliyin dan Masyarakat serta membangun kemandirian kelembagaan  disektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, kelautan, energy, dan lingkungan hidup.
  4. Mempromosikan nilai-Nilai, Inovasi, Pengetahuan dan Teknologi, serta mengembangkan jaringan pasar dan pemasaran yang bermanfaat bagi  Nahdliyin dan Masyarakat tani, buruh perkebunan, peternak, mayarakat desa hutan, nelayan dan komunitas pesisir, pengembang energy alternative dan penggiat lingkungan hidup.
  5. Melakukan advokasi kebijakan, hukum dan penegakan hukum yang mendukung upaya pengembangan pertanian, pengelolaan sumberdaya alam, pembangunan perdesaan dan penyelamatan lingkungan hidup yang adil, bertanggungjawab dan berkelanjutan.
  6. Mengembangkan kerjasama, menggalang dukungan sumberdaya, dana dan partisipasi multipihak untuk menjamin keberlanjutan tata kelola pertanian ramah lingkungan dan konservasi sumberdaya alam serta pemberdayaan ummat.
  • Tujuan

Tujuan Umum

Kepeloporan dan Nilai Tambah bagi Nahdliyin dan Masyarakat dalam mewujudkan tata kelola pertanian, sumberadaya alam, pembangunan perdesaan dan lingkungan hidup yang berdaulat, adil, berkelanjutan dan berorientasi pada keseimbangan kepentingan People, Planet dan Profit, menuju pencapaian daya saing nasional di tengah kompetisi global.

Tujuan Khusus

  1. Terwujudnya sistem gerakan sosial dan usaha produktif sebagai pranata sosial dan pranata bisnis nahdliyin yang kuat dan berwibawa untuk membangun kedaulatan dan kemakmuran Indonesia, agar secara proaktif mampu menjawab tantangan global.
  2. Terwujudnya Nahdliyin dan Masyarakat yang berdaya, mandiri, adil, bertanggung jawab dan peduli dalam (a) pengembangan pertanian ramah lingkungan dan berbasis potensi lokal, (b) penguasaan, pengelolaan, pemanfaatan dan konservasi sumberadaya alam (c) pewujudan keseimbangan ekosistem lingkungan hidup.
  3. Terciptanya Kualitas hidup setinggi tingginya bagi Nahdliyin dan masyarakat dengan spirit religius, penghargaan terhadap bumi dan kehidupan, keberpihakan pada  nilai nilai kemanusiaan  dan kepedulian pada mahluk hidup  serta  bertanggung jawab terhadap generasi yang akan datang.

RUANG LINGKUP  KERJA LPPNU

Berdasarkan ART NU BAB V Pasal 18 ayat 6 item e ), Komisi Program dan Komisi Rekomendasi Hasil Muktamar Makassar Tahun 2010 dan Hasil Merger institusi GNKL (Gerakan Nasional Kehutanan dan Lingkungan Hidup) adalah:

1.    Pertanian, Perkebunan dan Peternakan
2.    Kelautan dan Perikanan
3.    Kehutanan dan Tata Ruang
4.    Energi hayati
5.    Pembangunan Perdesaan
6.    Lingkungan hidup

Sasaran strategis merupakan ukuran kinerja pencapaian misi sesuai dengan tujuannya. Sasaran strategis LPPNU dalam menyelenggarakan tugas dan fungsi sampai dengan akhir tahun 2015 adalah sebagai berikut:

  1. Pengembangan Platform gerakan sosial dan usaha produktif Nahdliyin bersama multipihak dalam integrasi, dan sinergi pengembangan pertanian, pengelolaan sumberdaya alam, pembangunan perdesaan dan penyelamatan lingkungan hidup.
  2. Pengembangan Kawasan Budidadaya pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, kelautan dan perikanan, kawasan pengembangan energi terbarukan, serta kawasan perlindungan dan konservasi.
  3. Pengembangan Prototipe Perdesaan Nahdliyin berbasis pertanian, perkebunan,  peternakan, kehutanan, kelautan, energi hayati dan  di sekitar kawasan konservasi.
  4. Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Kelompok  Usaha Nahdliyin  dan Masyarakat di sektor pertanian, perkebunan,  peternakan, kehutanan, kelautan, energi hayati dan di sekitar kawasan konservasi.
  5. Peningkatan Skill dan IPTEK  petani, buruh perkebunan, peternak, mayarakat desa hutan, nelayan dan komunitas pesisir, pengembang energi hayati dan penggiat lingkungan.
  6. Pengembangan Reseach and Development untuk pengembangan pertanian, pengelolaan sumberdaya alam, dan penyelamatan lingkungan hidup.
  7. Pengembangan Jaringan dan Kelembagaan LKM, BUMP dan Koperasi petani, buruh perkebunan, peternak, mayarakat desa hutan, nelayan dan komunitas pesisir, pengembang energy dan penggiat lingkungan.
  8. Pengembangan Industri Off Taker (industri hilir) pengolahan hasil pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, kelautan, energy hayati, dan produk biodiversity.
  9. Pengembangan Perdagangan hasil-hasil pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, kelautan, energy hayati, dan produk biodiversity.
  10. Peningkatan intensitas advokasi regulasi dan tata hukum pengembangan pertanian, pengelolaan sumberdaya alam, dan penyelamatan lingkungan hidup.
  11. Peningkatan gerakan penyelamatan sumberdaya bumi, peningkatan kualitas hidup dan penghidupan masyarakat serta recovery ekosistem lingkungan hidup.
  12. Peningkatan kemitraan dan pengembangan trust fund untuk menjamin keberlanjutan gerakan pertanian, pengelolaan sumberdaya alam, dan penyelamatan lingkungan hidup.

Guna tetap menjaga serta meningkatkan keberlanjutan pengembangan pertanian, pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup, dalam 5 (lima) tahun kedepan LPPNU menetapkan 8 (delapan) kebijakan prioritas gerakan meliputi:

(1)    Redesign dan Reorganisasi tata kelola sumberdaya alam, pembangunan perdesaan Pertanian dan lingkungan hidup
(2)    Re-enforcement dan Rebuilding sentra-sentra show window
(3)    Revitalisasi Perdesaan  melalui pengembangan model 3G Vilage (Good, Green and Growth Village)
(4)    Re-akselerasi penciptaan lapangan kerja dan pengentasan pengangguran kemiskinan
(5)    Reseach dan Reedukasi Sumber daya manusia
(6)    Reintegrasi hulu hilir jaringan kelembagaan, industri, pasar dan pemasaran
(7)    Re-advokasi regulasi dan tata hukum
(8)    Redirecting (pengerahan kembali) sumberdaya, dana & pertisipasi.

1.    Struktural Formal; adalah struktur hirarkis kelembagaan LPPNU dari tingkat PBNU, PWNU dan PCNU
2.    Jejaring aksi-fungsional; adalah jaringan kerja LPPNU dilevel akar rumput yang menjadi titik ordinat penyelenggaran program.

a.    Jejaring Pesantren
b.    Jejaring Masjid
c.    Jejaring Jamaah Thoriqoh
d.    Jejaring Kelompok Binaan LPNU
e.    Jejaring LSM-LSM NU
f.    Jejaring Kelompok-Kelompok Tani NU (PERTANU)

3.    Sinergi Internal; adalah kolaborasi dan sinergi lokus antar lembaga antara LPPNU dengan Lembaga-Lembaga di lingkungan PBNU atau LPPNU wilayah/Cabang dengan Lembaga-Lembaga di lingkungan Wilayah/Cabang NU
4.    Kolaborasi Multipihak; adalah kerjasama dengan para pihak baik secara kelembagaan dan individual didalalam dan luar negeri, yang terdiri dari Pemerintah, Lembaga Donor, Lembaga Asing/Kedutaan, Korporasi, Mitra Luar Negeri dan Kelompok-Kelompok Bisnis.