Tuntutan konsumen terhadap kualitas dan keamanan produk hasil perikanan saat ini menjadi prioritas utama untuk dapat diwujudkan. Hal ini sangat terkait erat dengan berbagai aspek yang secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi terhadap produk yang dipasarkan. Oleh sebab itu pengelolaan pasar ikan yang sesuai standar menjadi hal penting untuk direalisasikan.

Untuk menciptakan pasar ikan yang nyaman dan bersih bagi pedagang maupun pengunjung, terutama untuk mengenai keamanan, mutu dan gizi pangan pada komoditas yang dijual maka diperlukan pengelolaan pasar ikan yang sesuai dengan standar pengelolaannya/PedomanCara Pengelolaan Pasar Ikan yang Baik (CPPIB) atau Good Fish Market Practices (GFMP).

Pengelolaan Pasar Ikan yang Baik (CPPIB) atau Good Fish Market Practices (GFMP)dilakukan dengan cara :

  • Membongkar muat ikan yang tidak menyebabkan kerusakan pada ikan;
  • Mengendalikan kondisi lingkungan pasar ikan, distribusi dan penyimpanan ikan khususnya yang berkaitan dengan suhu dan kebersihan; dan
  • Mengendalikan sistem pencatatan yang menjamin penelusuran kembali ikan yang didistribusikan.

Pedoman CPPIB tidak hanya digunakan pada saat pengelolaannya saja, melainkan digunakan pula sejak merencanakan, membangun konstruksi bangunan industri pangan olahan, mengembangkan dan menerapkan Sanitation Standard Operational Prosedure (SSOP), serta digunakan sebagai pedoman dalam melakukan audit internal;
CPPIB harus dipedomani oleh para pelaku usaha distribusi dan pemasaran ikan, para pembina dan para pengawas mutu keamanan pangan serta para otoritas yang berkompeten, antara lain :

  • Otoritas dan Pengelola Pengembangan Pasar Ikan, digunakan pada saat merencanakan dan membangun konstruksi bangunan industri pangan olahan, mengembangkan dan menerapkan Sanitation Standard Operational Prosedure (SSOP), serta sebagai pedoman dalam melakukan audit internal;
  • Pembina mutu keamanan pangan, digunakan sebagai pedoman pengembangan standar kompetensi dan modul pelatihan bagi operator pasar ikan. Pedoman ini digunakan sebagai dasar untuk membina pengelola pasar ikan dalam mengembangkan SSOP;
  • Pengawas mutu keamanan pangan, digunakan sebagai acuan dalam melakukan inspeksi baik dalam membuat laporan ketidaksesuaian dan sebagai bahan memberikan ketelusurannya.
  • Pembina mutu keamanan pangan, digunakan sebagai pedoman pengembangan standar kompetensi dan modul pelatihan bagi operator pasar ikan. Pedoman ini digunakan sebagai dasar untuk membina pengelola pasar ikan dalam mengembangkan SSOP;
  • Pengawas mutu keamanan pangan, digunakan sebagai acuan dalam melakukan inspeksi baik dalam membuat laporan ketidaksesuaian dan sebagai bahan memberikan alternatif permintaan tindakan koreksi dan menjamin ketelusurannya.

Selengkapnya download: Buku Pengelolaan & Pemasaran Hasil Perikanan Dalam Perspektif Islam

    Leave a Comment